Sejumlah Langkah Airlangga Hartarto untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen



JAKARTA -- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah data dan indikator yang menjadi dasar untuk menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen tahun ini. Bermula dari angka pertumbuhan 3,69 persen secara year on year dengan tahun 2021 dan pandemi covid-19 yang kian terkendali hingga saat ini, 

Proyeksi tersebut disokong beberapa sektor yang terus tumbuh di masa pandemi antara lain industri pengolahan, pertanian, pertambangan, kontruksi, serta informasi dan komunikasi. Sedangkan seluruh komponen ekspor berdasarkan sektor mengalami peningkatan di Januari 2022, dengan total kenaikan 25,3% (yoy)

"Situasi ini tentu menunjukkan komposisi ekspor kita sudah mulai beralih dari komoditas berbasis komoditi primer menjadi komoditas berbasis industri,” jelas  Airlangga Hartarto ketika memberi arahan dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan tahun 2022 secara virtual, Kamis (10/03).

“Pemerintah memutuskan untuk terus mendorong pemulihan ekonomi nasional pada tahun 2022 di angka 5,2% dan tetap mencermati resiko baik global maupun domestik.”

Bersamaan dengan itu, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga terus dilanjutkan dan penerapannya berfokus pada pemberian dukungan langsung kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan perlindungan sosial. Di saat yang sama, Program PEN juga akan menstimulasi kinerja UMKM dan Koperasi melalui insentif usaha dan dukungan pembiayaan.

 “KUR tahun ini pagunya naik 30% dibanding tahun lalu dan bunganya disubsidi 3% sampai akhir tahun. Ini merupakan kesempatan untuk menstimulasi perekenomian bagi usaha kecil, menengah, dan mikro, yang berdasarkan data banyak bergerak di sektor perdagangan,” papar Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Selanjutnya dikatakan bahwa  pada tahun 2022 Pemerintah melanjutkan transformasi ekonomi dan reformasi struktural, terutama dalam implementasi Undang-Undang Cipta Kerja. Menko Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah berkonsentrasi kepada SDM berdaya saing, peningkatan produktivitas sektor, dan mendorong ekonomi berbasis hijau.


Transformasi digital juga terus didorong melalui Making Indonesia 4.0. Hal ini disebabkan adanya perubahan perilaku masyarakat selama pandemi yang cenderung memanfaatkan teknologi digital sehingga menyebabkan perkembangan yang pesat pada transaksi digital. “Pemerintah melihat bahwa pertumbuhan perekonomian berbasis digital ini salah satu yang bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, karena selama pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi di sektor digital ini terus tumbuh,” jelas calon presiden pada Pemilu 2024 ini.


Koordinasi yang kuat sangat diperlukan dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi di tahun 2022. Respon cepat dari seluruh pihak, sangat dibutuhkan untuk dapat mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional.  “Saya berharap kebijakan di bidang perdagangan dapat terus diperbaiki dan dapat terus berjalan dengan baik dan bersinergi dengan Kementerian-Kementerian lain agar kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya.

 

Post a Comment

Previous Post Next Post